5 Kebiasaan Sehari-hari yang Bisa Membantu Mengurangi Limbah Plastik

Konstruksi & Material Bangunan · 5 menit baca

5 Kebiasaan Sehari-hari yang Bisa Membantu Mengurangi Limbah Plastik
Source: stop plastik
Pahlawan Bumi
2025-03-23

Tidak dapat dipungkiri bahwa aktivitas kita sehari-hari melibatkan plastik yang berujung menjadi limbah di tempat pembuangan sampah. Setidaknya, terdapat 300 juta ton plastik yang di produksi setiap tahunnya di seluruh dunia. Sebagian dari plastik ini berakhir di tempat pembuangan akhir, laut, hingga menjadi rantai makanan kembali dalam bentuk mikroplastik yang kembali hadir di piring makan kita. 

Lantas, bagaimana cara mudah mengurangi limbah plastik ini tanpa harus mengurangi gaya hidup secara drastis? 

Kebiasaan kecil dalam mengelola dan bijak menggunakakn plastik terbukti menjadi salah satu cara ampuh yang memiliki dampak besar bagi lingkungan. 

Mari simak lima kebiasaan yang dapat kamu lakukan untuk mengurangi limbah plastik dan menjaga kebersihan lingkungan! 

 

1. Menggunakan Botol dan Wadah Makan Berulang 

alat-alat makan ramah lingkungan

Botol dan Alat Makan Ramah Lingkungan (Sumber: www.bengkulu.antaranews.com)

Tanpa disadari, kebanyakan kemasan makanan yang sekali pakai dan juga penggunaan botol plastik menjadi salah satu penyumbang terbesar sampah dunia. Penggunaan alat makan sekali pakai ini memiliki dampak yang begitu besar terhadap pencemaran lingkungan yang terjadi. Selain itu, tingkat konsumsi terhadap mikroplastik yang dapat membahayakan kesehatan juga mengintai orang-orang yang masih menggunakan alat makan plastik sekali pakai ini. Dengan membawa dan menggunakan botol serta wadah makanan sendiri, kita dapat mengurangi limbah lingkungan dan menjaga kesehatan tubuh. 

2. Menghindari Sedotan Plastik

ikon dilarang menggunakan sedotan

Ikon “Say No To Straw” (Sumber: www.id.pngtree.com)

Tak sulit untuk menemukan penggunaan sedotan plastik pada tempat makan seperti restoran hingga kafe. Sedotan plastik yang memiliki ukuran yang kecil Emang terlihat sepele, namun memiliki dampak yang begitu besar terhadap kelestarian lingkungan. Kebanyakan sampah dari sedotan plastik berakhir di lautan yang dapat menyebabkan terganggunya ekosistem dan keberlangsungan satwa di lingkungan tersebut. Beberapa kasus juga ditemukan yaitu salah satunya penyu yang tersangkut bahkan terjepit oleh sedotan plastik. Ini sebagai salah satu contoh nyata dampak negatif dari sedotan plastik.  

Salah satu kebiasaan kecil kita yang memiliki dampak besar adalah menggunakan sedotan dengan bahan stainless maupun kertas ataupun membiasakan diri minum langsung dari gelas. Ini  merupakan salah satu tindakan kecil yang dapat menyelamatkan lingkungan.  

3. Menggunakan Tas Belanja 

tas belanja

Tas Belanja Kanvas (Sumber: www.ybkb.or.id)

Kantong plastik merupakan salah satu masalah tak berkesudahan yang mengancam keberlanjutan alam. Penggunaannya plastik secara masif terbukti melepaskan miliaran ton gas rumah kaca dan mencemari lingkungan. Alih-alih menggunakan kantong plastik sebagai tas belanja maupun tempat penampungan sampah, pengalihan penggunaan fungsi menggunakan tas belanja dengan berbahan kain, kanvas maupun kertas dapat menjadi pilihan yang ramah lingkungan dan memiliki nilai desain yang lebih menawan.  

4. Menggunakan Produk dan Kemasan Ramah Lingkungan 

berbagai wadah makanan ramah lingkungan

Wadah Kemasan Ramah Lingkungan (Sumber: www.kemenparekraf.go.id)

Beberapa produk yang kita temui sehari-hari seperti peralatan dapur, produk kebersihan, hingga material bangunan yang kita miliki biasanya biasanya terbuat dan dikemas dari bahan tidak ramah lingkungan. Hal ini menjadi masalah besar karena produk-produk ini digunakan setiap harinya. Oleh karena itu, salah satu langkah signifikan membantu menjaga keasrian lingkungan adalah dengan menggunakan barang-barang yang berbahan dan dikemas menggunakan bahan ramah lingkungan. Salah satu barang yang dapat digunakan adalah Batu Bata Hitam Reclea Brick yang menggunakan pengemasan ramah lingkungan yang dapat digunakan dalam membangun rumah, pagar, bagasi dan berbagai bangunan lainnya tanpa menimbulkan dampak pencemaran lingkungan. Reclea Brick berbeda dengan bata merah karena dibuat menggunakan bahan ramah lingkungan dan tidak memiliki potensi merusak lingkungan seperti halnya yang batu merah lakukan. Dengan menggunakan barang-barang dengan bahan dan kemasan ramah lingkungan, upaya menjaga dan mengurangi limbah yang dihasilkan oleh produk yang kita gunakan sehari-hari dapat terwujud. 
 

5. Mengelola Sampah Plastik 

sampah plastik yang akan didaur ulang

Pengelolaan Sampah (Sumber: www.gramedia.com)

Mengelola sampah plastik dengan bijak menjadi salah satu langkah yang dapat kita lakukan. Tidak dapat dipungkiri bahwa Penggunaan plastik terkadang diperlukan di dalam kehidupan. namun, setidaknya kita dapat mendaur ulang sampah plastik yang kita miliki sehingga mengurangi potensi merusak lingkungan. Plastik dapat digunakan kembali jika memiliki kondisi yang masih baik, serta memisahkan sampah plastik dari sampah organik dan juga membuang sampah plastik pada tempat yang sesuai merupakan langkah yang dapat kita lakukan dalam mengolah sampah plastik yang kita miliki

Mengurangi limbah plastik dapat dilakukan mulai dari kegiatan kecil yang biasanya kita lakukan sehari-hari. Kebiasaan kecil seperti membawa tas belanja yang ramah lingkungan hingga menggunakan botol minum yang dapat digunakan berulang kali dapat memberikan dampak yang besar bagi kelestarian lingkungan. Langkah kecil yang kita lakukan dapat menentukan masa depan bumi menjadi lebih sehat dan bersih.

 



CopyRight © 2026 Recleabrick. All Rights Reserved designed by Ninjafly.id