Pemasangan batu bata terlihat seperti pekerjaan yang sederhana. Namun tidak pula terlalu sederhana.
Beberapa masalah seperti dinding miring, retak, hingga plesteran yang mudah terlepas sering kali berawal dari kesalahan saat proses pemasangan batu bata. Agar hal tersebut tidak terjadi, berikut 6 kesalahan yang perlu dihindari.
1. Tidak Memastikan Posisi Batu Bata Tetap Lurus
Pemasangan yang terburu-buru dapat membuat susunan batu bata menjadi miring atau tidak merata. Jika dibiarkan, hasil akhirnya akan membuat permukaan dinding bergelombang dan membutuhkan lebih banyak pekerjaan saat proses plesteran.
Gunakan benang ukur, waterpass, atau alat bantu lainnya untuk memastikan setiap susunan tetap lurus dan rata.
2. Ketebalan Adukan Semen Tidak Konsisten
Adukan semen berfungsi merekatkan batu bata sekaligus mengisi celah di antara susunannya. Jika terlalu tebal atau tidak merata, hasil pasangan bisa kurang rapi dan berisiko menimbulkan perbedaan permukaan.
Gunakan adukan dengan komposisi dan ketebalan yang sesuai dengan jenis batu bata serta petunjuk pemasangannya.
3. Tidak Memperhatikan Kondisi Batu Bata Sebelum Dipasang
Setiap jenis batu bata memiliki karakteristik yang berbeda. Ada material yang perlu dibasahi sebelum dipasang, tetapi ada juga yang memiliki ketentuan pemasangan tersendiri.
Karena itu, jangan langsung menyamakan perlakuan semua jenis batu bata. Perhatikan petunjuk dari produsen agar daya rekat adukan tetap optimal.
4. Pemasangan Tidak Menggunakan Pola yang Tepat
Batu bata sebaiknya disusun dengan pola berselang-seling agar sambungan vertikal tidak terus berada pada satu garis yang sama. Jika susunannya tidak tepat, dinding bisa memiliki titik sambungan yang kurang baik.
Pastikan pola pemasangan dilakukan secara konsisten sesuai metode konstruksi yang digunakan.
5. Tidak Memperhatikan Hubungan Dinding dengan Struktur Bangunan
Dinding tidak berdiri sendiri. Pemasangannya perlu memperhatikan hubungan dengan kolom, balok, dan bagian struktur lainnya.
Kesalahan pada sambungan dinding dengan elemen struktur dapat memicu retakan, terutama ketika terjadi pergerakan atau perubahan kondisi bangunan. Detail sambungan sebaiknya mengikuti gambar kerja dan arahan dari mandor lapangan.
6. Terburu-buru Melanjutkan ke Tahap Plesteran
Setelah pemasangan selesai, sebagian orang ingin segera melanjutkan pekerjaan ke tahap plesteran. Padahal pasangan dinding perlu diperiksa terlebih dahulu untuk memastikan susunannya rapi, stabil, dan sesuai ketentuan pengerjaan.
Pastikan adukan sudah cukup mengikat dan perbaiki bagian yang kurang rata sebelum proses plesteran dilakukan.
Perhatikan Proses Pemasangan Sejak Awal
Kualitas dinding tidak hanya ditentukan oleh ketelitian selama proses pemasangan.
Selain memperhatikan teknik pengerjaan, pemilihan material juga perlu disesuaikan dengan kebutuhan bangunan. Salah satu pilihan yang bisa dipertimbangkan adalah Bata Hitam Premium Reclea Brick® dengan ukuran 21 × 10 × 5 cm. Ukurannya lebih besar dibandingkan batu bata merah konvensional yang umumnya berukuran sekitar 17 × 8 × 4 cm. Bata hitam premium ini terkenal lebih unggul dari batu bata biasa.
Untuk mengetahui keunggulannya lebih lengkap, kamu bisa mengunjungi website Bata Hitam Premium Reclea Brick®.
Dengan memilih material yang tepat dan memastikan pemasangan dilakukan sesuai prosedur, kamu bisa mendapatkan dinding yang lebih rapi dan hasil pembangunan yang lebih optimal.
Sedang merencanakan pembangunan rumah ?
Konsultasikan kebutuhan material Anda bersama tim kami — dapatkan rekomendasi terbaik untuk proyek Anda secara gratis.
📲 @bataramahlingkungan.id