Sobat Reclea Brick, sebelum membangun rumah minimalis, satu hal penting yang wajib dipahami sejak awal adalah perencanaan biaya. Banyak orang mengira rumah minimalis selalu murah ataupun dapat dibuat dengan budget sehemat mungkin, padahal kenyataannya biaya pembangunan sangat bergantung pada proses perencanaan, pemilihan material, dan metode pengerjaannya.
Tahap pertama dimulai dari perencanaan dan desain. Biaya menggunakan jasa konsultan arsitek umumnya berkisar antara Rp 5 juta hingga Rp 50 juta, tergantung kompleksitas desain dan pengalaman arsitek. Selain itu, biaya izin bangunan juga perlu disiapkan sesuai ketentuan daerah, dengan kisaran Rp 800 ribu hingga Rp 3 juta. Meski terlihat sebagai biaya awal, tahap ini sangat penting untuk menghindari kesalahan pembangunan yang justru bisa memicu pembengkakan anggaran di tengah jalan.
Selanjutnya adalah tahap fondasi dan struktur bangunan. Untuk rumah minimalis dengan luas tanah sekitar 100–200 meter persegi, biaya fondasi dan struktur umumnya berada di kisaran Rp 80 juta hingga Rp 300 juta. Fondasi menjadi tulang punggung rumah, sehingga tidak boleh dikompromikan. Penggunaan material struktur yang tepat dan pengerjaan oleh tenaga profesional akan sangat menentukan kekuatan dan umur bangunan.
Pada tahap pembangunan dan finishing, biaya mulai terasa paling besar. Material dinding dan lantai umumnya menghabiskan biaya sekitar Rp 150 juta hingga Rp 400 juta, pintu dan jendela berkisar Rp 30 juta hingga Rp 150 juta, serta atap rumah di kisaran Rp 80 juta hingga Rp 300 juta tergantung material yang dipilih. Untuk instalasi listrik dan plumbing, biayanya bisa mencapai Rp 150 juta hingga Rp 480 juta, sementara finishing interior seperti pengecatan, lantai, dan interior dasar berada di kisaran Rp 150 juta hingga Rp 600 juta. Di sinilah pemilihan material yang efisien sangat berpengaruh. Menggunakan material dinding yang ukurannya lebih besar, presisi, dan kuat seperti Bata Hitam Premium Reclea Brick dapat membantu menekan biaya. Dengan ukuran bata yang lebih besar, kebutuhan bata per meter persegi menjadi lebih sedikit dan penggunaan semen pun jauh lebih hemat, sehingga biaya material dan waktu pengerjaan bisa ditekan.
Tahap akhir mencakup pekerjaan lanjutan seperti lanskap, sistem keamanan, dan penyempurnaan interior. Biaya lanskap biasanya berada di kisaran Rp 30 juta hingga Rp 150 juta, sedangkan instalasi sistem keamanan seperti CCTV, alarm, dan pengunci pintu berkisar Rp 15 juta hingga Rp 80 juta. Biaya tambahan ini sering kali luput dari perhitungan awal, sehingga sangat disarankan menyiapkan dana cadangan sekitar 10–20 persen dari total anggaran untuk mengantisipasi kebutuhan tak terduga.
Secara keseluruhan, perkiraan biaya membangun rumah minimalis bisa berada di kisaran Rp 500 juta hingga Rp 1,5 miliar, tergantung spesifikasi, luas bangunan, dan lokasi proyek. Namun dengan perencanaan yang matang dan pemilihan material bangunan yang tepat sejak awal, rumah minimalis tetap bisa dibangun secara efisien, kuat, dan nyaman untuk jangka panjang tanpa harus mengorbankan kualitas.