Apa itu KPR Rumah? Bagaimana Cara Hitungnya?

Apa itu KPR Rumah? Bagaimana Cara Hitungnya?
Source: pinterest
Pahlawan Bumi
2024-11-18

Apa itu KPR Rumah? Bagaimana Cara Hitungnya?

Halo sobat Reclea Brick, kamu berencana akan membeli rumah dalam waktu dekat? 

Kamu bakal beli rumah secara cash atau KPR nih guys? 

Oiya kalo kamu ada recana untuk beli rumah secara KPR, kamu udah tau belum cara hitung-hitungannya ?. Jangan sampai salah langkah lho, ayo luangin waktu kamu untuk cari tau gimana sih detail KPR rumah. 

Kredit Pemilikan Rumah (KPR) adalah salah satu solusi yang sangat membantu masyarakat membeli rumah dengan pembiayaan dari bank. Dengan KPR, kita tidak perlu membayar seluruh harga rumah sekaligus, cukup membayar uang muka (down payment/DP) dan melanjutkan sisanya melalui cicilan. Artikel kali ini akan menjelaskan tentang jenis-jenis KPR, cara pengajuan, simulasi perhitungan, serta tips memilih KPR yang tepat.

Apa Itu KPR?

KPR adalah fasilitas pinjaman dari bank atau lembaga keuangan untuk pembelian rumah. Dalam KPR, rumah yang dibeli dijadikan jaminan. Dengan tenor hingga 30 tahun, KPR memungkinkan siapa pun memiliki rumah meskipun belum memiliki cukup dana untuk pembayaran penuh.

Jenis-Jenis KPR

  1. KPR Konvensional
    KPR ini menggunakan suku bunga tetap (fix) dan mengambang (floating) berdasarkan kebijakan bank. Cocok bagi mereka yang ingin fleksibilitas.
  2. KPR Syariah
    Menggunakan prinsip syariah tanpa bunga, biasanya dalam bentuk akad murabahah (jual beli). Cocok untuk masyarakat yang mengutamakan transaksi halal.
  3. KPR Subsidi
    Ditujukan untuk Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR), KPR subsidi menawarkan suku bunga tetap rendah (sekitar 5%) dan cicilan yang lebih terjangkau. Salah satu program populernya adalah KPR FLPP dari pemerintah 

Simulasi Perhitungan KPR

Untuk gambaran lebih jelas, berikut mimin kasih contoh sederhana simulasi pembelian rumah seharga Rp500 juta dengan DP 20% (Rp100 juta) dan tenor 15 tahun dari beberapa pihak penyedia KPR:

Simulasi Bank BTN (KPR Subsidi)

Harga Rumah: Rp500 juta
DP: Rp100 juta (20%)
Jumlah Pinjaman (Pokok): Rp400 juta
Tenor: 15 tahun

Suku Bunga Fix: 5% selama 5 tahun pertama
Suku Bunga Floating (Estimasi): 8% setelah masa fix

Tahap 1: Masa Fix (5 Tahun)

Angsuran bulanan dihitung dengan rumus:
Cicilan = [Pokok + (Pokok × Bunga × Waktu)] / (Tenor × 12)

Cicilan per bulan selama masa fix:
Rp400 juta × (1 + 5% × 5) ÷ 60 bulan = Rp3.166.667

Total pembayaran selama 5 tahun:
Rp3.166.667 × 60 bulan = Rp190 juta

Tahap 2: Masa Floating (10 Tahun)

Saldo pokok yang tersisa setelah 5 tahun adalah Rp288 juta. Cicilan dihitung dengan bunga 8%:
Rp288 juta × (1 + 8% × 10) ÷ 120 bulan = Rp3.840.000

Total pembayaran selama 10 tahun:
Rp3.840.000 × 120 bulan = Rp460.8 juta

Total Biaya BTN: Rp190 juta (fix) + Rp460.8 juta (floating) = Rp650.8 juta

 


Simulasi Bank BRI (KPR Konvensional)

Harga Rumah: Rp500 juta
DP: Rp100 juta (20%)
Jumlah Pinjaman (Pokok): Rp400 juta
Tenor: 15 tahun
Suku Bunga Floating Tahun Pertama: 7%
Suku Bunga Floating Selanjutnya (Estimasi): 9%

Tahap 1: Tahun Pertama (7%)

Cicilan per bulan:
Rp400 juta × (1 + 7% × 1) ÷ 12 bulan = Rp3.583.333

Total pembayaran tahun pertama:
Rp3.583.333 × 12 bulan = Rp43 juta

Tahap 2: Sisa Tenor (14 Tahun, 9%)

Saldo pokok setelah 1 tahun adalah Rp378 juta. Cicilan dihitung dengan bunga 9%:
Rp378 juta × (1 + 9% × 14) ÷ 168 bulan = Rp4.410.000

 

Total pembayaran selama 14 tahun:
Rp4.410.000 × 168 bulan = Rp740.88 juta

Total Biaya BRI: Rp43 juta (tahun pertama) + Rp740.88 juta (14 tahun) = Rp783.88 juta

 


Simulasi Pinhome

Harga Rumah: Rp500 juta
DP: Rp100 juta (20%)
Jumlah Pinjaman (Pokok): Rp400 juta
Tenor: 15 tahun
Suku Bunga Fix: 6% selama 3 tahun
Suku Bunga Floating (Estimasi): 9% setelah masa fix

Tahap 1: Masa Fix (3 Tahun)

Cicilan per bulan:
Rp400 juta × (1 + 6% × 3) ÷ 36 bulan = Rp3.444.444

Total pembayaran selama 3 tahun:
Rp3.444.444 × 36 bulan = Rp124 juta

Tahap 2: Masa Floating (12 Tahun)

Saldo pokok setelah 3 tahun adalah Rp328 juta. Cicilan dihitung dengan bunga 9%:
Rp328 juta × (1 + 9% × 12) ÷ 144 bulan = Rp4.025.000

Total pembayaran selama 12 tahun:
Rp4.025.000 × 144 bulan = Rp579.6 juta

Total Biaya Pinhome: Rp124 juta (fix) + Rp579.6 juta (floating) = Rp703.6 juta

Kesimpulan Biaya KPR

 

Bank

Biaya Total KPR

BTN (Subsidi)

Rp650.8 juta

BRI (Konvensional)

Rp783.88 juta

Pinhome

Rp703.6 juta

Dari simulasi di atas, BTN Subsidi menawarkan total biaya paling rendah karena bunga fix yang kecil selama 5 tahun. Namun, pilihan terbaik tergantung pada kebutuhan dan preferensi kamu. Jangan lupa konsultasikan perhitungan lengkapnya dengan pihak kredit kamu.

Langkah-Langkah Mengajukan KPR

  1. Pilih Properti yang Diinginkan
    Temukan rumah sesuai anggaran dan kebutuhan. Tentukan lokasi, tipe rumah, dan harga yang cocok.
  2. Pilih Bank dan Skema KPR
    Bandingkan program KPR dari beberapa bank. Cari tahu tentang suku bunga, biaya tambahan, dan syarat pengajuan.
  3. Siapkan Dokumen Penting
    • KTP dan NPWP
    • Slip gaji atau laporan penghasilan
    • Rekening koran 3–6 bulan terakhir
    • Surat keterangan kerja (untuk karyawan) atau SIUP (untuk wiraswasta).
  4. Ajukan Permohonan dan Verifikasi
    Setelah mengumpulkan dokumen, bank akan menganalisis kemampuan finansial Anda untuk menentukan apakah permohonan disetujui atau tidak.

      5. Akad Kredit
          Jika disetujui, Anda akan menandatangani perjanjian kredit dan memulai cicilan.

Tips Memilih KPR yang Tepat

  • Perhatikan Suku Bunga:
    Pilih bunga tetap jika ingin angsuran stabil, atau bunga mengambang jika berharap bunga menurun di masa depan.
  • Cek Biaya Tambahan:
    Pastikan Anda memahami biaya lain, seperti asuransi, administrasi, dan denda keterlambatan.
  • Simulasikan KPR Anda:
    Gunakan kalkulator KPR online dari situs seperti BTN Properti, Pinhome, atau bank lainnya untuk menghitung cicilan yang sesuai .

Persiapkan Uang Muka:
Usahakan menabung minimal 20–30% dari harga rumah sebagai DP untuk mengurangi beban cicilan.


Pentingnya Menjaga Alam dengan Menggunakan Material Ramah Lingkungan

Dalam beberapa waktu terakhir, berbagai bencana alam seperti banjir semakin sering terjadi hampir di seluruh wilayah Indonesia, termasuk di Sumatera yang terkena dampak terparah pada akhir tahun 2025 kemarin. Curah hujan yang tinggi memang menjadi salah satu faktor, namun kerusakan lingkungan akibat aktivitas manusia juga memiliki peran besar dalam memperparah kondisi tersebut.

Fenomena seperti penambangan tanah secara berlebihan, penambangan liar, serta penggundulan hutan telah mengurangi kemampuan alam dalam menyerap air. Akibatnya, ketika hujan turun dengan intensitas tinggi, air tidak lagi terserap dengan baik dan justru mengalir deras hingga menyebabkan banjir.

Hubungan Material Bangunan dengan Kerusakan Alam

Banyak orang tidak menyadari bahwa material bangunan yang digunakan dalam pembangunan juga memiliki dampak terhadap lingkungan. Pengambilan bahan baku seperti tanah untuk produksi batu bata merah dan genteng misalnya, jika dilakukan terus-menerus tanpa pengelolaan yang baik, dapat merusak struktur tanah dan mempercepat degradasi lahan.

Selain itu, aktivitas penambangan liar sering kali tidak memperhatikan aspek lingkungan, seperti reklamasi lahan atau pelestarian ekosistem. Hal ini memperparah kondisi alam dan meningkatkan risiko bencana.

Dampak Penggundulan Hutan

Penggundulan hutan juga menjadi salah satu penyebab utama meningkatnya risiko banjir terjadi dimana-mana. Hutan memiliki fungsi yang sangat sangat penting sebagai penyerap air alami. Ketika hutan ditebang secara masif, tanahpun menjadi lebih mudah terkikis dan kehilangan kemampuannya untuk menahan air.

Akibatnya aliran air hujan menjadi tidak terkendali dan langsung saja ia mengalir ke permukiman warga.

Pentingnya Beralih ke Material Ramah Lingkungan

Untuk mengurangi dampak negatif terhadap lingkungan, penting bagi kita untuk mulai beralih ke material bangunan yang lebih ramah lingkungan.

Material ramah lingkungan umumnya diproduksi dengan proses yang lebih efisien, menggunakan sumber daya yang lebih sedikit, serta memiliki dampak yang lebih kecil terhadap kerusakan alam.

Dengan memilih material yang tepat, kita akan membangun rumah yang kuat dan nyaman, serta juga turut berkontribusi dalam menjaga keseimbangan alam.

Solusi yang Lebih Bertanggung Jawab

Salah satu langkah yang bisa dilakukan adalah memilih material bangunan yang lebih efisien dan tidak bergantung pada eksploitasi sumber daya alam secara berlebihan.

Sebagai contoh, penggunaan material alternatif batu bata seperti Bata Hitam Premium Reclea BrickĀ® dapat menjadi pilihan yang lebih bijak dan hemat. Material ini dirancang dengan teknologi tinggi dari negara maju dengan ukuran yang lebih besar, lebih kuat, lebih presisi tiap sikunya, lebih hemat, dan dapat membuat bangunan lebih sejuk 25%, serta membantu mengurangi pemborosan bahan dan kebutuhan sumber daya tambahan. Apalagi mereka menyediakan garansi untuk tiap keping batanya.

Selain itu, penggunaan material yang lebih tahan lama juga mengurangi kebutuhan renovasi berulang, yang secara tidak langsung membantu mengurangi dampak lingkungan dalam jangka panjang.

Jadi sob, bencana seperti banjir bukan hanya akibat faktor alam, tetapi juga hasil dari aktivitas manusia yang kurang memperhatikan keseimbangan lingkungan. Kegiatan penambangan liar, penggundulan hutan, dan penggunaan material yang tidak ramah lingkungan menjadi faktor yang saling berkaitan.

Dengan mulai memilih material yang lebih bertanggung jawab dan ramah lingkungan, kita bisa menjadi bagian dari solusi, bukan penyebab masalah.

Menjaga alam bukan hanya tugas pemerintah, tetapi juga tanggung jawab kita bersama, dimulai dari hal kecil seperti memilih material bangunan yang lebih bijak.

Bersama BATA HITAM PREMIUM RECLEA BRICKĀ®, BERANI BERUBAH MENJADI LEBIH BAIKšŸ’Ŗ

Pahlawan Bumi
2026-04-02
Estimasi Waktu Bangun Tembok Rumah per Hari

Pernahkah kamu bertanya sebenarnya berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk membangun tembok rumah saja?

Mengetahui estimasi ini penting untuk memperkirakan biaya tenaga kerja dan material. Namun perlu dipahami bahwa waktu pengerjaan tidak selalu sama di setiap proyek.

Dalam kondisi normal, seorang tukang bangunan berpengalaman mampu menyelesaikan sekitar 8 hingga 16 meter persegi dinding per hari kerja (±8 jam).

Tentunya ini juga memerlukan kenek tukang bangunan karena pembagian tugas seperti menyiapkan adukan, mengangkat material, dan membantu penyusunan batu bata.

Faktor yang Mempengaruhi Kecepatan Pengerjaan

1. Jenis Material

Pertama, material yang digunakan untuk dinding sangatlah berpengaruh. Material sangat mempengaruhi kecepatan kerja tukang bangunan. Batu bata dengan ukuran kecil dan tidak seragam biasanya akan membutuhkan lebih banyak waktu karena harus sering disesuaikan agar tembok yang dibangun tidak miring.

Untuk membantu mempercepat proses pembangunan oleh tukang, sebaiknya kalian menggunakan material yang berukuran lebih besar dan sikunya bagus di tiap sisi.

2. Tingkat Kerumitan Dinding

Jenis dinding yang ingin dibuat pun akan mempengaruhi kinerja. tidak semua jenis dinding dapat diukur sama pada waktu pengerjaannya. karena ada dinding yang lurus saja dan ada pula yang memiliki banyak sudut. Dinding lurus tanpa banyak bukaan seperti pintu atau jendela tentu lebih cepat dikerjakan dibandingkan dinding dengan banyak detail dan sudut.

3. Kondisi Lapangan

Akses lokasi, ketersediaan alat, dan kondisi area kerja juga mempengaruhi kecepatan. Tapi ini tidak terlalu berpengaruh ke pembangunan temboknya, melainkan kepada keseluruhan proses pembangunan rumah/bangunan yang dibangun. Proyek di lahan sempit atau sulit dijangkau biasanya membutuhkan waktu lebih lama.

4. Cuaca

Nah, cuaca menjadi faktor yang sering tidak terduga guys. Jika tiba-tiba ada hujan, maka hujan tersebut dapat menghentikan pekerjaan sementara waktu, sedangkan jika panas terlalu terik membuat adukan cepat kering sehingga membutuhkan penanganan lebih tepat seperti tidak boleh membuat adukan semen terlalu banyak, dan ini membuat tukang bangunan harus membuat adukan semen berulang kali hingga memakan waktu yang lumayan.

tukang bangunan melakukan plester dinding

Cara Mempercepat Pengerjaan Tembok

Jika ingin mempercepat proses pembangunan, apalagi kalian menginginkan efisiensi tinggi, ada beberapa hal yang bisa dilakukan:

  1. - Gunakan material yang lebih besar dan lebih presisi serta mudah dipasang
  2. - Pastikan ketersediaan alat dan bahan selalu siap
  3. - Gunakan tenaga kerja yang berpengalaman
  4. - Pilih material batu bata yang tidak perlu disiram air saat akan diplester

Peran Material dalam Menghemat Waktu

Banyak orang fokus pada peningkatan jumlah tukang ketika ingin mempercepat waktu, tetapi lupa bahwa material memiliki peran besar dalam kecepatan pembangunan. Jika menambah tukang, maka bertambah pula biaya yang dikeluarkan.

Sebagai contoh, penggunaan material yang sudah teruji lebih unggul seperti Bata Hitam Premium Reclea Brick®Bata Hitam Premium Reclea Brick® dapat membantu mempercepat proses pengerjaan. Ukurannya yang lebih besar dan lebih presisi membuat pemasangan lebih cepat dan rapi.

dinding aesthetic dengan batu bata hitam

Selain itu, bata hitam premium ini hanya membutuhkan spesi semen lebih tipis yaitu 0,5 cm saja, sehingga tidak hanya menghemat semen tetapi juga menghemat waktu kerja.

Dengan karakteristik tersebut, produktivitas tukang bisa meningkat dan waktu pengerjaan dinding menjadi lebih efisien dibandingkan menggunakan bata konvensional.

Jadi gitu sob, secara umum pembangunan tembok rumah dapat diselesaikan sekitar 8–16 m² per hari tergantung pada berbagai faktor seperti material, kondisi lapangan, dan pengalaman tukang.

Untuk hasil yang lebih cepat dan efisien, pemilihan material menjadi salah satu kunci utama yang tidak boleh diabaikan.

Pahlawan Bumi
2026-04-02
Material Pengganti Bata Merah yang Lebih Hemat Semen

Dalam proses pembangunan rumah, penggunaan semen menjadi salah satu komponen biaya terbesar. Banyak orang tidak menyadari bahwa pemilihan material dinding sangat mempengaruhi seberapa banyak semen yang digunakan.

Batu bata merah memang sudah lama digunakan, namun karakteristiknya yang tidak presisi dan ukurannya yang relatif kecil membuat kebutuhan semen menjadi lebih banyak, baik untuk perekat maupun plesteran.

Lalu, adakah material pengganti yang lebih hemat semen?

Kenapa Batu Bata Merah Cenderung Boros Semen?

Batu bata merah umumnya memiliki ukuran yang tidak seragam dan permukaan yang kurang rata. Hal ini membuat pemasangan membutuhkan lapisan semen yang lebih tebal agar susunan tetap rapi.

Selain itu, daya serap air yang tinggi juga menyebabkan adukan semen cepat kering sebelum menempel sempurna, sehingga membutuhkan lebih banyak material untuk hasil yang maksimal.

Solusi: Material yang Lebih Presisi dan Kuat

Untuk menghemat penggunaan semen, kunci utamanya adalah memilih material dengan ukuran yang presisi, lebih kuat, lebih kokoh, sudah teruji lebih hemat, permukaan rata, daya serap air yang rendah, dan sudah teruji di laboratorium.

Salah satu material yang memenuhi kriteria tersebut adalah Bata Hitam Premium Reclea BrickĀ®.

Keunggulan Bata Hitam Premium Reclea BrickĀ®

Bata hitam premium ini dirancang dengan ukuran yang lebih besar dan presisi tiap sikunya, sehingga pemasangan menjadi lebih cepat dan rapi tanpa membutuhkan banyak penyesuaian.

Permukaannya yang rata membuat kebutuhan semen sebagai perekat menjadi lebih tipis, sehingga penggunaan semen bisa lebih hemat dibandingkan bata merah. Spesi semen yang dibutuhkan oleh bata hitam premium ini hanya sekitar 0,5 cm yang dimana berbeda jauh dengan batu bata merah biasa yang membutuhkan hingga 3 cm spesi semen.

Selain itu, bata hitam premium ini tidak perlu disiram sebelum diplester, karena tidak menyerap air secara berlebihan. Hal ini membuat adukan semen dapat menempel lebih maksimal dan tidak terbuang sia-sia. Ini juga menghemat waktu pengerjaan.

Dari sisi efisiensi, untuk 1 meter persegi dinding hanya dibutuhkan sekitar 68 keping bata, lebih sedikit dibandingkan bata merah yang bisa mencapai sekitar 80 keping.

Lebih Hemat, Lebih Nyaman

Tidak hanya hemat dari segi penggunaan semen, Bata Hitam Premium Reclea BrickĀ® juga memberikan kenyamanan lebih.

Struktur yang padat dan pori kecil membuat bata ini mampu mengurangi penyerapan panas, sehingga suhu di dalam rumah lebih stabil dan terasa lebih sejuk hingga sekitar 25%.

Jika kamu ingin menghemat biaya pembangunan tanpa mengorbankan kualitas, memilih material dinding yang tepat adalah langkah yang sangat penting.

Bata Hitam Premium Reclea BrickĀ® hadir sebagai solusi modern yang tidak hanya lebih hemat semen, tetapi juga lebih kuat, lebih kokoh, presisi, dan mampu memberikan kenyamanan lebih bagi hunian keluarga.

Pahlawan Bumi
2026-03-31
Apakah Ada Alternatif Batu Bata Merah untuk Rumah?

Batu bata merah sudah lama menjadi material utama dalam pembangunan rumah di Indonesia. Namun, seiring berkembangnya teknologi, kini ada alternatif material yang menawarkan kualitas, efisiensi, dan kenyamanan yang lebih baik.

Salah satu alternatif terbaik yang mulai banyak digunakan adalah Bata Hitam Premium Reclea BrickĀ®.

Kenapa Perlu Mencari Alternatif?

Memilih material dinding bukan hanya soal harga, tetapi soal kualitas jangka panjang. Material yang kurang tepat bisa menyebabkan berbagai masalah seperti dinding retak, rumah terasa panas, hingga biaya perawatan yang tinggi.

Karena itu, penting untuk memilih material yang tidak hanya kuat, tetapi juga mampu memberikan kenyamanan bagi penghuni rumah.

Bata Hitam Premium Reclea BrickĀ® sebagai Solusi

Jika kamu mencari alternatif batu bata merah yang lebih unggul, Bata Hitam Premium Reclea BrickĀ® bisa menjadi pilihan terbaik.

Bata ini memiliki keunggulan dan bentuk yang lebih siku, sehingga menghasilkan dinding yang lebih rapi dan kuat. Selain itu, bata hitam premium ini tidak perlu disiram saat akan diplester, sehingga plesteran dapat menempel lebih maksimal dan tahan lama.

Dari segi kenyamanan, Bata Hitam Premium Reclea BrickĀ® juga mampu mengurangi penyerapan panas dari luar. Hal ini membuat suhu di dalam rumah lebih stabil dan terasa lebih sejuk, bahkan bisa membantu menurunkan suhu hingga sekitar 25% dibandingkan material biasa.

Tidak hanya itu, ukuran yang lebih besar yaitu 21x10x5 cm dan presisi juga membuat proses pemasangan menjadi lebih cepat dan efisien, serta membantu menghemat penggunaan semen.

Bata Hitam Premium ini juga lebih hemat dibandingkan batu bata merah konvensional, untuk 1m persegi tembok hanya dibutuhkan 68 keping bata, berbeda dengan batu bata merah yang memerlukan 80 keping.

Jadi, Bata Hitam Premium Reclea brick memiliki keunggulan utama lebih kuat, lebih kokoh, lebih presisi, lebih hemat, dan dapat membuat bangunan lebih sejuk 25%.

Tidak hanya itu, ukuran yang lebih besar yaitu 21x10x5 cm dan presisi juga membuat proses pemasangan menjadi lebih cepat dan efisien, serta membantu menghemat penggunaan semen.

Kesimpulan

Batu bata merah memang masih sering digunakan, tetapi bukan berarti menjadi satu-satunya pilihan terbaik.

Dengan berbagai keunggulan yang ditawarkan, Bata Hitam Premium Reclea BrickĀ® hadir sebagai solusi modern untuk kamu yang ingin membangun rumah yang lebih kokoh, rapi, hemat, dan nyaman.

Memilih material yang tepat sejak awal adalah investasi jangka panjang untuk kualitas rumah yang lebih baik.

Pahlawan Bumi
2026-03-30

CopyRight © 2026 Recleabrick. All Rights Reserved designed by Ninjafly.id